PERTANYAAN yang paling umum diajukan pada dokter dan tenaga kesehatan setelah seseorang didiagnosis dengan kanker adalah, 'Seberapa besar peluang saya untuk sembuh?”.  Ada juga beberapa orang yang memutuskan untuk tidak bertanya karena belum siap menerima jawaban dari dokter.

Kekhawatiran tentang harapan hidup (survival) bagi penderita kanker memang akan terus menghantui pasien dan orang-orang terdekatnya. Kanker masih menjadi momok yang mengancam manusia sejak pertama kali ditemukan beribu-ribu tahun lalu. Namun, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini angka harapan hidup kanker secara keseluruhan telah semakin membaik tiap tahunnya meskipun jumlah kasus baru yang ditemukan juga terus bertambah. Berikut adalah jenis-jenis kanker yang memiliki angka harapan hidup terbesar :

5. Kanker kelenjar getah bening

Penyakit ini juga dikenal sebagai kanker limfoma. Kemunculannya pun tak jarang terjadi di Indonesia. Untungnya, kemajuan teknologi dan penyediaan radioterapi yang semakin banyak di Indonesia memungkinkan naiknya angka harapan hidup bagi penderita kanker kelenjar getah bening dalam lima tahun. 
Dengan penanggulangan yang tepat, angka harapan hidupnya mencapai 85%. Ini berarti dari setiap 100 orang yang didiagnosis dengan kanker limfoma, 85 orang pasien memiliki peluang hidup atau kesembuhan total. Kanker ini lebih sering muncul pada pria ketimbang wanita dengan perbandingan 3:2.

4. Kanker prostat

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka harapan hidup kanker prostat sudah meningkat jauh sejak 25 tahun lalu. Jika ditemukan pada stadium awal, angka harapan hidupnya dalam jangka waktu lima tahun bisa mencapai 85%. Sayangnya, di Indonesia sendiri kanker prostat sering terlambat dideteksi. 

Kebanyakan penderitanya baru akan memeriksakan diri setelah kanker menyerang cukup parah pada stadium IV. Akibatnya, angka harapan hidup akan menurun sampai sekitar 68-69%. Padahal, jika penyakit ini ditemukan sejak awal, kanker prostat bukan termasuk kanker yang paling mematikan. Bahkan menurut sebuah organisasi nirlaba di Inggris, Cancer Research, kanker prostat adalah penyakit umum yang peluang hidup dan kesembuhannya tinggi.

3. Kanker payudara

Angka harapan hidup pada penderita kanker payudara di Indonesia sangat beragam, tergantung pada stadium dan keganasan kanker yang bersarang dalam tubuh. Selain itu, usia juga menjadi salah satu faktor penentu harapan hidup penderita kanker payudara. Secara umum, angka harapan hidup kanker payudara selama lima tahun adalah 87%. Namun, apabila seseorang terlambat mendeteksi kanker ini dan berada di stadium akhir, angka harapan hidupnya akan berkurang hingga 22%. 

Menurut staf Tim Kerja Kanker Payudara RS Kanker Dharmais di Jakarta, kanker payudara sendiri paling banyak menyerang wanita dengan kelompok usia 45-66 tahun. Kisaran angka harapan hidup kanker payudara bagi pasien dalam kelompok usia ini justru lebih tinggi, yaitu sebesar 85-86%. Sementara itu pada kelompok usia yang lebih muda, peluangnya hanya 81%. Ini karena pada umumnya perkembangan kanker payudara pada wanita muda cenderung lebih ganas.

2. Kanker kulit melanoma

Jenis kanker yang biasanya ditandai dengan tahi lalat yang tampak tak wajar ini termasuk kanker yang jarang ditemui di Indonesia. Pasalnya, kebanyakan masyarakat Indonesia memiliki warna kulit yang cenderung gelap. Angka harapan hidup kanker kulit melanoma selama lima tahun yaitu 90% dan selama sepuluh tahun angka yang tercatat adalah 89%. 

Anda memiliki peluang besar untuk sembuh dari penyakit ini apabila melanoma yang masih tipis sudah terdeteksi. Dokter biasanya akan merekomendasikan biopsi atau operasi kecil untuk mengangkat jaringan dengan melakukan pembedahan atau dengan jarum, tergantung pada stadium kanker kulit melanoma Anda.      

1. Kanker testis

Cancer Research mencatat angka harapan hidup kanker testis selama lima dan sepuluh tahun sebesar 98%. Ini berarti dari setiap 100 orang yang didiagnosis dengan kanker testis, 98 orang berpeluang besar untuk bertahan hidup atau sembuh dari penyakit ini. 

Alasan kanker ini menduduki peringkat pertama sebagai kanker dengan harapan hidup terbesar adalah mudahnya mendeteksi gejala-gejalanya sejak dini. Semakin cepat penyakit ini ditemukan dalam tubuh, semakin baik pula penanggulangan yang diberikan sehingga peluang kesembuhannya pun sangat besar. Umumnya kanker testis akan ditangani dengan pembedahan, kemoterapi, atau terapi radiasi. (*)