TAHUN lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencanangkan pertama kalinya Pekan Peduli Antibiotik 16-22 November. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran konsumsi antibiotik dengan cermat. Dalam kondisi tertentu, antibiotik dapat menyebabkan penyakit pencernaan, seperti diare. Bahkan, efek samping antibiotik juga bisa berdampak terhadap ginjal. Berikut selengkapnya sebagaimana dilansir dari Thehealthsite. 

Diare: Antibiotik seperti amoxicillin dan metronidazol dapat menyebabkan diare yang ditandai dengan feses berair bersama bau sangat kuat. 

Disfungsi ginjal: Obat-obatan tertentu, seperti aminoglikosida tidak aman untuk ginjal dan dapat menyebabkan disfungsi ginjal. Jadi, yang terbaik adalah menghindari obat-obatan ini jika Anda sudah memiliki penyakit ginjal. 

Infeksi jamur pada Miss V: Wanita perlu mewasapadai efek samping yang mungkin muncul ketika mengonsumsi antibiotik. Karena, salah satu efek samping antiobiotik adalah infeksi jamur pada Miss V. 

Alergi kulit: Obat-obatan tertentu seperti sulpha tetrasiklin dapat menyebabkan alergi kulit, seperti gatal-gatal dan bintik-bintik pada kulit. Dalam kasus yang jarang terjadi, alergi kulit dapat menyebabkan Stevens-Johnson Syndrome yang ditandai dengan dermatitis parah. 

Stomatitis: Antibiotik juga dapat menyebabkan infeksi oral disebut stomatitis, di mana Anda akan menderita sariawan. 

Keasaman dan gas: Antibiotik dapat menyebabkan keasaman dan gastritis. Hal ini biasanya terjadi karena antibiotik membunuh bakteri baik dalam usus yang dibutuhkan oleh usus. (*)